Home Blog Page 1934

Audensi Bersama UP3 Jember, Bupati : Pelayanan PLN Masih Baik

LUMAJANG — Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan pelayanan PLN sampai saat ini masih baik, walaupun terkadang masih ada permasalahan ataupun problem yang baru.

Hal itu disampaikan saat menerima audensi bersama General Manager PLN UP3 Jember terkait penguatan listrik yang ada di Kabupaten Lumajang, di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Selasa (22/9/2020).

Beberapa daerah atau area yang sampai saat ini masih dicarikan solusinya agar aliran listrik bagi warga yang terdampak abrasi air laut di wilayah Kecamatan Tempursari segera dituntaskan.

“Saya berkeinginan agar segera ada saluran listrik ditempat relokasi warga yang terdampak abrasi air laut di Desa Bulurejo, mengingat warga sebelum terkena abrasi sudah memiliki meteran,” ujar Bupati.

Ia mengaku senang ketika para petugas yang menangani Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi atau Sutet bersama pemerintah beberapa waktu lalu, telah berusaha untuk mencari solusi atau jalan keluar agar masyarakat tidak menanam pohon dilahan yang berada tepat dibawah Sutet.

“Kita apresiasi hal itu, yang penting dilakukan komunikasi dengan baik disetiap lahan yang ada di bawah aliran sutet itu, sehingga antara program dengan manfaat yang dirasakan akan sambung. Kemarin saya bilang kepada masyarakat agar tidak menanam pohon sengon, tetapi menanam yang lain dengan hasil olahan yang akan kita intervensi melalui program,” ungkapnya.

Bupati berkeinginan agar ada sharing antara PLN dengan pemerintah, misalnya ada CSR atau program yang bisa menyambungkan antara PLN dengan masyarakat sekitar. “Saya kira itu akan bagus. Prinsipnya, kami akan support,” ujarnya.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Jember, Hamzah mengatakan, kedatangannya untuk melaksanakan audensi bersama Bupati Lumajang dalam rangka mendukung program dari Pemerintah Kabupaten Lumajang, dalam hal pemenuhan pasokan listrik kepada masyarakat.

“Kami siap untuk support program dari Bupati dan Wakil Bupati Lumajang. Nantinya terkait saran dan kritikan akan kami terima dengan baik,” ungkapnya. (tim)

KPU Kabupaten Kediri Tetapkan Paslon Bupati-Wakil Bupati Kediri

0

KEDIRI –KPU Kabupaten Kediri hari ini melaksanakan rapat pleno tertutup terkait penetapan pasangan calon (paslon) peserta Pilkada 2020 di Kantor KPU Kabupaten Kediri,
rapat tersebut dihadiri 5 Komisioner KPU Kabupaten Kediri.

Hasil rapat pleno menyatakan, bahwa Bapaslon Hanindito Himawan Pramana – Dewi Mariya Ulfa, telah ditetapkan KPU sebagai Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020.
 
Ketua KPU Kabupaten Kediri, Ninik Sunarmi mengatakan, karena hanya satu Paslon yang mendaftar, maka KPU menetapkan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri Tahun 2020 dengan satu pasangan calon.

Penetapan ini sesuai dengan SK No. 581 tentang penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri, Hanindito Himawan Pramono-Dewi Mariya Ulva.

KPU Kabupaten Kediri juga mengeluarkan SK KPU No. 582 yang berisi penetapan satu pasangan calon Bupati – Wakil Bupati Kediri. Tahapan selanjutnya, KPU melaksanakan pengundian tata letak di sebelah kiri atau kanan, besok 24 September 2020, tentunya, dengan penerapan protokol kesehatan.
 
Sementara itu, Komisioner Divisi Teknis Penyelengaraan KPU Kabupaten Kediri, Anwar Ansori menambahkan, KPUD Kabupaten Kediri melaksanakan tahapan penetapan calon Bupati-Wakil Bupati Kediri sesuai dengan protokol kesehatan.

Penetapan dilakukan dalam rapat pleno tertutup, tanpa menghadirkan Calon Bupati – Wakil Bupati Kediri, maupun dari Bawaslu, hal ini mengacu pada PKPU RI  (Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia) No. 9 Tahun 2020 tentang perubahan keempat atas PKPU No. 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur, Bupati Wakil Bupati, dan/atau Walikota – Wakil Walikota.

Sementara itu, setelah rapat pleno tertutup selesai dilaksanakan, hasilnya diumumkan di papan pengumuman, website resmi KPU, dan melalui streaming.(AM_KDR)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Serahkan Bantuan Covid-19

PROBOLINGGO – Gubernur Jawa Timur, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa Msi, melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Probolinggo, Senin (21/9) kemarin.

Kunjungan tersebut dalam rangka penyerahan bantuan pemerintah provinsi Jawa Timur untuk pencegahan dan penanganan dampak Covid-19 di wilayah tapal kuda.

Selaku tuan rumah Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari, SE, menyambut langsung kedatangan Gubernur Khofifah beserta rombongannya. Tak sendiri Bupati Tantri juga didampingi Wakil Bupati Probolinggo Drs H A Timbul Prihanjoko, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto dan jajaran Forkopimda kabupaten Probolinggo lainnya.

Selain dari Forkopimda kabupaten Probolinggo, hadir pula puluhan perwakilan dari rumah sakit, Korkab PKH, TKSK, dan Tagana se wilayah tapal kuda, mulai dari rumah sakit di Kota Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang yang merupakan penerima bantuan dari Pemprov Jawa Timur.

Dalam sambutannya Bupati Tantri menyampaikan laporan dan perkembangan penanganan Covid-19 diwilayahnya. Tak dipungkirinya bahwa penanganan Covid-19 di kabupaten Probolinggo terganjal oleh terbatasnya jumlah tenaga medis yang berspesialisasi dalam penanganan Covid-19.

“Kami akui bahwa angka pasien Covid-19 di kabupaten Probolinggo memang cukup tinggi, namun percayalah kami sudah berupaya yang terbaik, melalui sejumlah trial and error yang tentunya masih kami cari formulasi penanganan terbaiknya,” ujarnya, Senin (21/9) kemarin.

Namun demikian, disebutkan Bupati Tantri dengan adanya bantuan alat berupa ventilator beserta dengan pelatihannya ini. Sangat kami harapkan dapat bermanfaat kedepannya dalam penanganan pasien positif Covid-19 di kabupaten Probolinggo.

“Kami ucapakan banyak terima kasih kepada ibu Gubernur yang telah sangat peduli dan memperhatikan keinginan kami untuk mendapatkan bantuan peralatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di kabupaten Probolinggo. Terpenting semoga ada solusi terkait bantuan tenaga medis yang khusus menangani pasien Covid-19 ini, karena terus terang kami sangat kekurangan,” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah mengatakan, permasalahan kekurangan tenaga medis seperti yang dihadapi oleh kabupaten Probolinggo, juga dihadapi oleh nyaris seluruh daerah di provinsi Jawa Timur.

Untuk menyikapinya maka dilakukanlah pelatihan serta pendampingan bagi tenaga kesehatan di seluruh rumah sakit penerima bantuan alat ventilator dari Pemprov Jatim.

“Harapannya dengan adanya pelatihan serta pendampingan tersebut, pihak rumah sakit dapat mengadaptasi pelatihan yang diperolehnya, untuk selanjutnya ditularkan atau diajarkan kepada seluruh nakes yang ada dirumah sakit rujukan tersebut,” katanya.

Adapun Pemprov Jawa Timur sebut Gubernur perempuan pertama Jawa Timur tersebut, menyampaikan bahwa bantuan alat ventilator sebanyak 36 alat bagi 19 rumah sakit di seluruh wilayah tapal kuda tersebut. Akan sangat berguna bagi para pasien positif Covid-19 yang masuk kategori akut.

“Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 dengan menggunakan alat ventilator terbaru ini sangat tinggi, namun kami berharap agar tak banyak masyarakat yang menggunakan alat ini, artinya kami berharap tak banyak masyarakat yang positif Covid-19,” ujarnya.

Terakhir Gubernur Khofifah berpesan agar pemerintah kabupaten Probolinggo tak menyerah dalam penanganan dan pencegahan Covid-19, karena dipaparkannya bahwa Covid-19 diprediksi akan baru akan usai sekira 2-3 tahun mendatang.

“Karena itu saya berpesan kepada seluruh masyarakat se tapal kuda agar menjadikan alat pelindung diri seperti masker menjadi sebuah kebutuhan. Tentunya masker yang layak yakni masker kesehatan bukan masker yang takmlulus uji klinis,” pungkasnya.(Bamb).

Pemdes Kandangan Serahkan BLT – DD Kepada 238 KPM

BANYUWANGI Pemerintah Desa Kandangan kecamatan Pesanggaran, membagikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap 4, 5, 6 kepada 238 Keluarga Penerima Manfaat (KPM ) dengan besaran tiap KK mendapatkan dana Rp. 900.000.

Riyono, SH, kepala desa Kandangan menyampaikan,
untuk mendata siapa yang layak mendapatkan bantuan BLT untuk mendata warganya secaara detail dan dipastikan yang layak mendapatkan BLT, ini hasil musyawarah dusun ke musdes.

Menurutnya warga yang mendapatkan bantuan BLT-DD diutamakan yang mempunyai resiko penyakit dan lansia, dan selanjutnya yang terdampak covid 19.

“Saya berharap kepada warga untuk menggunakan dana bantuan dengan baik, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok,” Ujar Riyono.

Prakini, salah satu warga dusun Krajan penerima bantuan, menyampaikan rasa syukurnya, dan merasa sangat terbantu, terutama bagi warga yang terdampak covid 19.

“Alhamdulilah, qarga merasa senang dengan adanya kebijakan bapak kades tulus untuk membantu warga untuk mendapatkan BLT,” ujarnya. (Aris)

Bawaslu Pakpak Bharat Serius Awasi Penggunaan Protokol Kesehatan

0

Pakpak Bharat—Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pakpak Bharat, menggelar rapat koordinasi himbauan pencegahan agar mematuhi dan tidak melanggar aturan protokol kesehatan di Balai Diklat Cikaok, Pada Selasa (22/09/2020).

Dalam rapat koordinasi tersebut turut hadir sejumlah pihak terdiri dari, Pemerintah yang dihadiri asisten I Pemerintahan Pakpak Bharat, Drs. Tikki Angkat, Kapolres Pakpak Bharat yang dihadiri Wakapores Pakpak Bharat Kompol Adillah Sembiring, Koramil Pakpak Bharat yang dihadiri Dandim Tambunan, Komisioner KPU Pakpak Bharat yang dihadiri Karunia Bancin, S.PSi, MM, Tapem Pakpak Bharat yang dihadiri Ferdinan Berutu, Gugus Tugas Pakpak Bharat, LO dari masing-masing pasangan calon, pimpinan atau pengurus partai politik pengusung pasangan calon.

Dalam sambutannya, Komisioner Bawaslu Pakpak Bharat Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi, dan data dan Informasi Feisal Alfredi Berutu, M.Pd, menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan agar bersama-sama menyamakan persepsi dalam penanganan penularan covid-19, dalam masa tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020, utamanya pada tahapan-tahapan yang berpotensi terjadinya kerumunan masa, seperti tahapan pengundian nomor dan masa kampanye.

“Karena masih pandemi covid-19, harus menjadi perhatian semua pihak terutama peserta pemilihan dan masyarakat, karena saat ini kita sedang menjalani Pilkada ditengah pandemi covid-19.

Ia juga menghimbau untuk benar-benar mengedepankan protokol kesehatan dan tidak melibatkan masa dengan jumlah yang banyak dalam tahapan pilkada tahun 2020.

“Berapa jumlah yang ditentukan oleh KPU contohnya dalam kampanye, agar kita patuhi. Ujarnya”

Selanjutnya, Komisioner Bawaslu Kordiv PHL Pakpak Bharat Saut Boangmanalu, S.Th,MM, dalam acara tersebut menyebutkan bahwa untuk saat ini kita memasuki tahapan penetapan nomor urut bakal pasangan calon pada rabu, (23/09/2020) dan pengundian nomor urut bakal pasangan calon pada kamis, (24/09/2020).

“Untuk menghidari terjadinya kerumunan dan gesekan pada saat penetapan dan pengundian nomor urut pasangan calon, Bawaslu menghimbau untuk petugas yang berwenang di dalam ruangan atau pun petugas yang berada diluar ruangan untuk tegas, konsisten dan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan covid-19.

Jika hasil verifikasinya memenuhi ketentuan persyaratan, baik pencalonan maupun syarat calon, maka akan ditetapkan sebagai calon peserta pemilihan, jika persyaratan tidak memenuhi ketentuan, maka tidak akan ditetapkan sebagai calon atau statusnya tidak memenuhi syarat Ungkapnya”.

Lebih jauh Komisioner KPU Pakpak Bharat Karunia Bancin, S.PSi,MM, pada kesempatan tersebut mempaparkan penetapan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat tahun ini berbeda dengan Pelaksanaan Pilkada sebelumnya, nantinya paslon juga tidak hadir saat penetapan pada rabu,(23/09/2020) hanya melalui via zoom, paslon bisa hadir saat pencabutan nomor urut pada kamis, (24/09/2020).

”Berkaca pada tahapan sebelumnya, tahapan pengundian nomor urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati disinyalir akan ada kerumunan massa. Untuk itu diharapkan kepada masing-masing paslon untuk perayan-perayan seperti pengumpulan masa, konvoi atau iring-iringan agar tidak dilakukan karena kita melaksanakan pemilihan dimasa pandemi covid-19 dan ini harus dipatuhi oleh seluruh bakal calon.” Paparnya.

Juga menghimbau pimpinan atau pengurus partai politik pengusung pasangan calon dan LO dari masing-masing pasangan calon.

Dalam acara tersebut Kapolres Pakpak Bharat, yang diwakili Wakapolres Pakpak Bharat turut hadir dalam sambutannya, Wakapolres Pakpak Bharat Kompol Adilla Sembiring juga melarang keras terjadinya pengumpulan masa pendukung.

Ia juga menjelaskan bahwa ancaman bagi yang berkerumunan pada saat pandemi corona berdasarkan pasal 93 UU No.6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan berbunyi, setiap orang yang tidak mematuhi penyelanggaraan kekarantinaan kesehatan dan atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan hingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dapat dipidana 1 tahun dan atau denda paling banyak 100 juta.

“Saya berharap kepada Bakal Paslon dan masing-masing pendukung dapat mengikuti ketentuan-ketentuan yang telah diatur dalam situasi protokol covid-19 dan tahapan pilkada khususnya Kabupaten Pakpak Bharat dapat berjalan aman, kondusif. Jika terjadi pengumpulan masa maka pihak gabungan TNI Polri beserta Satpol PP akan langsung membubarkan dan akan bertindak tegas sesuai surat resmi yang berisi tentang ketentuan-ketentuan hukum yang akan dijalankan dalam menghadapi situasi penyebaran covid-19,” Tegasnya. (Rifky)

Gara Gara Gak Pakai Masker, Warga Banjarsari Harus push-up

JOMBANG –Guna memutus mata rantai penyebaran covid-19, diseluruh kecamatan Bandarkedungmulyo, personil dari Polsek Bandarkedungmulyo, bersama Koramil dan Satpol PP kecamatan Bandarkedungmulyo, melaksanakan operasi yustisi pendisiplinan terhadap masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, Jum’at 18 september 2020 siang.

Kegiatan operasi yustisi yang dilaksanakan di desa Banjarsari kecamatan Bandarkedungmulyo ini guna menegakkan disiplin protokol kesehatan.

Beberapa orang yang kedapatan melanggar dan tidak menggunakan masker langsung mendapat hukuman dari aparat untuk push up ditempat dihadapan beberapa personil polsek, anggota Koramil, serta satpol PP kecamatan Bandarkedungmulyo.

Seperti kejadian di desa Banjarsari, beberapa remaja bermotor yang keluar rumah tidak memakai masker langsung dihadang petugas protokol kesehatan.

Mereka langsung disuruh turun dan langsung disuruh push-up ditempat.

Semua ini dilakukan untuk penegakan disiplin protokol kesehatan agar mata rantai covid-19, cepat terputus dan tidak menyebar ke desa desa lainnya.

Pelaksanaan operasi yustisi tingkat kecamatan Bandarkedungmulyo yang dilaksanakan di desa desa tersebut tujuannya adalah memutus rantai penyebaran covid-19 agar tidak menular.(Pri)

Camat Tinjau Pembangunan Pasar Desa Pendreh

0

BARITO UTARA -Kemajuan pembangunan ekonomi masyarakat mulai berkembang pesat diwilayah pedesaan, sebagai dasar untuk meningkatkan pendapatan asli desa(PAD).

Pemerintah Desa(Pemdes) Pendreh Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut) membangun pasar desa menggantikan pasar lama yang berada di pemukiman warga.

Pembangunan pasar desa yang hampir 100 persen selesai, dibangun  menggunakan dana desa tahun anggaran 2019 dan DD tahun anggaran 2020.

Terkait hal tersebut, Camat Teweh Tengah,M Mastur bersama jajarannya didampingi Kepala Desa Pendreh Sugian melakukan peninjauan bangunan pasar.

Camat Teweh Tengah,M Mastur saat meninjau bangunan pasar dan lokasi rencana pembangunan kantor desa Pendreh, Selasa(22/9) kemarin.

Pembangunan pasar desa ini, nantinya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Pendreh, kata Mastur.

Dengan hampir selesainya bangunan pasar Desa Pendreh ini, nantinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Desa Pendreh , agar dapat meningkatkan PAD Pendreh, harap Mastur.

Saat sedang dalam peninjauan camat Teweh Tengah. Kepala Desa Pendreh, Sugian beserta camat dan aparatur desa lainnya, pembangunan kios pasar desa ini dibangun melalui kucuran bantuan dana desa(DD) dibagi dua tahap yaitu anggaran tahun 2019 dan anggaran tahun 2020,”ungkap Sugian

Kepala desa juga menyampaikan bahwa, pembangunan turap untuk pasar sepanjang 110 meter dengan tinggi tiga meter,adapun bangunan pasarnya ada tiga unit dengan 12 los, pekerjaan tersebut menelan anggaran dana sebesar Rp 574 juta, jelasnya, Selasa (22/9).

Dikatakan Kades Pendreh, dengan adanya kucuran dana desa(DD) tersebut bangunan pasar desa yang hampir 100 persen selesai ini,bertujuan agar para pedagang merasa lebih nyaman dan aman bisa menempati bangunan kios yang baru di bangun.

“Di penghujung peninjauan pembangunan pasar desa itu diharap, para pedagang nantinya bisa menggunakan bangunan kios pasar desa ini, dengan sebaik-baiknya demi ketertiban dan keamanan pasar,”kata Kades Pendreh. (SS).

Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Intensif Dilaksanakan Diwilayah Lumbang

Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Intensif Dilaksanakan Diwilayah Lumbang

    PROBOLINGGO  Demi optimalnya penegakan protokol kesehatan wajib masker diwilayah Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo  razia masker semakin gencar dan rutin dilaksanakn. 

Kegiatan kali ini, selasa 22 september 2020, dilaksanakan tepat didepan Kantor Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo oleh Polsek Lumbang, Koramil Lumbang, Satpol Pp Lumbang, dan Patriot sehat dari Puskesmas Lumbang yang dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 09.00 pagi.

Kanit intel Polsek Lumbang Bripka Angki menjelaskan, operasi protokol kesehatan ini merupakan upaya pendisiplinan penegakan protokol kesehatan kepada para pengguna jalan, yang merupakan kegiatan yang sudah kami lakukan bertahap dan hampir setiap hari.

“Mudah mudahan pengguna jalan bisa benar benar mematuhi protokol kesehatan untuk bermasker khususnya di tempat tempat umum dan jalan raya demi keselamatan bersama,” Ujarnya.

Pada kesempatan yang sama anggota Koramil 0820/09 Lumbang Pelda M.Hidayat juga menyampaikan, untuk razia kali ini sudah tidak ditemukan adanya pelanggaran dari waktu pelaksanaan semua pengguna jalan sudah memakai masker, semoga saja akan seterusnya tertib dan masyarakat bisa mematuhi peraturan sampai pandemi covid 19 ini berakhir,” ungkapnya.(wulan)

PMDH Dan Karyawan Lokal, Jadi Perhatian PT. IUC

0

BARITO UTARA -Perusahaan yang bergerak disektor perkayuan di Barito Utara(Kalteng), yaitu PT.Indexim Utama Corporation(PT.IUC).Telah mendapatkan izin hak pengusahaan hutan (HPH) pertama dari Kementrian Kehutanan Republik Indonesia, tertanggal 29 Oktober 1977.

Ini awalnya diberikan izin areal seluas 73.000 hektar, namun setelah izin pembaharuan dengan nomor.SK IUPHHK 806/Kpts-VI/1999 tertanggal 29 Oktober 1999, luas arealnya menjadi 52.480 hektar.

Adapun untuk wilayah kerja perusahaan ini yakni di beberapa desa yang ada di wilayah Kecamatan Gunung Purei Kabupaten Barito Utara, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kalimantan Timur.

Sejak beroperasi di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan, berbagai program pembinaan masyarakat desa sekitar hutan (PMDH) pun dilaksanakan perusahaan tersebut seperti pertanian mantap, peningkatan ekonomi, pengembangan sarana dan prasarana umum, social budaya, dan konservasi sumberdaya hutan dan lingkungan.

Berdasarkan rencana kerja umum(RKU), sebelumnya hanya ada tiga desa yang wajib dibina oleh PT. Indexim Utama yakni Desa Lampeong II, Desa Berong dan Desa Muara Mea, akan  tetapi tidak cuma tiga Desa saja, yang dianggap perlu pembinaan oleh perusahaan, dan Perusahaanpun tetap berinisiatif membina sampai ke desa lainnya di Kecamatan Gunung Purei, yakni Desa Payang, Lampeong I, Baok, Desa Lenon Besi I dan Tanjung Harapan, ungkap Wakil General Meneger PT. Indexim Utama H.Supri Muyono,Selasa 22/9/20 kepada wartawan baru-baru ini di Muara Teweh.

Disampaikannya, disamping melaksanakan program PMDH terhadap 8 desa yang menjadi binaan, perusahaan juga sangat memperhatikan serta memprioritaskan tenaga kerja local untuk bekerja di perusahaan ini.

Saat ini tercatat dari total 188 orang karyawan PT. Indexim, 70 persen atau 104 orang merupakan tenaga kerja local. Kemudian di perusahaan yang telah berumur puluhan tahun ini, juga terdapat istilah karyawan borongan dilapangan dan tenaga harian lepas.

Ini merupakan komitmen perusahaan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di wilayah ini, dimana disamping berkebun, warga juga dapat menjadi karyawan borongan lapangan dan tenaga harian lepas di PT. Indexim.

Terhadap warga lokal juga terbuka untuk menjadi karyawan borongan dan harian, serta memungkinkan untuk menjadi karyawan tetap sesuai dengan waktu dan prestasi kerja,”kata H.Supri yang didampingi Manager Camp Awiandie Tanseng.

PT.Indexim Utama juga menghormati adat Istiadat yang ada di wilayah kerjanya, hal ini dibuktikan pula, dengan dilaksanakannya ritual selamatan sebelum perusahaan tersebut bekerja.

Untuk kegiatan selamatan ini, kita mengundang ahli adat atau sesepuh adat desa, untuk menjadi pemandu dalam acara selamatan blok tebangan tahunan sesuai dengan kearifan local setempat,” ucapnya.

Melalui program PMDH perusahaan juga, mendukung perkembangan penggunaan sarana kesehatan seperti Posyandu atau bantuan fasilitas pengobatan lainnya,” jelas H. Supri. (SS).

Posyandu Kelas Bumil di Desa Semendi Periksa 30 Ibu Hamil

PROBOLINGGO –Selasa 22/09/2020 Balai desa Semendi Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo kali ini dihadiri oleh ibu ibu hamil guna mengikuti kegiatan posyandu kelas ibu hamil yang dilaksanakan oleh Puskesmas Tongas Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kades PJ Semendi Surib, perangakt Desa semendi, kader bumil, dan staf puskesmas Tongas melaksanakan pemeriksaan lengkap terhadap 30 orang ibu hamil yang ada di desa semendi.

Pemeriksaan ANCT (antenatal care) adalah pemeriksaan yang dilakukan selama masa kehamilan demi keselamatan ibu dan janin ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil serta untuk menghindari resiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan.kegiatan tersebut meliputi penimbangan berat badan bumil, pengukuran LILA( lingkar lengan atas), pemberian TT (titanus), pemeriksaan janin,tes Hb, hepatitis, sifilis,dan HIV.

Mereka juga mendapatkan pelayanan konsultasi kehamilan, PMT(pemberian makanan tambahan), pemeriksaan gigi,dan senam ibu hamil.

Kades PJ surib mengatakan, kami sangat mendukung kegiatan posyandu kelas bumil ini diadakan karena dengan demikian kami bisa memantau kondisi warga yang sedang dalam masa kehamilan karena angka kematian ibu dan bayi masih sangat tinggi.apalagi warga seperti didesa kami ini masih kurang memahami dan mengerti penting dan bahayanya kesehatan ibu yang sedang hamil.

Memeriksakan kehamilan saja masih sangat susah dan enggan, masih masih berpantang ini dan itu mengikuti tradisi kuno jadi dengan adanya kegiatan bumil seperti ini saya berharap semua bumil sehat dan tidak ada lagi kematian ibu dan bayi didesa kami.

Kami juga tetap mengedepankan protokol kesehatan terhadap kegiatan ini cuci tangan pake sabun,wajib masker dan menjaga jarak, ungkapnya.(ali)