Home Blog Page 1938

Ganggu Ketenangan, Warga Laporkan Tempat Hiburan Malam ke Dewan

MALANG – Adaptasi tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19 mulai dijalankan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, telah membuat kebijakan tidak memberikan ijin operasional tempat hiburan malam.

Kendati demikian, tempat hiburan malam masih main kucing-kucingan dan cenderung melanggar kebijakan yang telah dibuat. Alasan pastinya, lantaran tidak ada jaminan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di area hiburan malam tersebut bisa dijalankan.

Hal ini diketahui dari keluhan warga yang melaporkan adanya kegiatan di salah satu tempat hiburan malam di wilayah Sukarno Hatta. Warga di wilayah setempat mengungkapkan, tempat hiburan tersebut yakni Backroom tersebut buka hingga dini hari pukul 03.00 menjelang subuh.

Keluhan tersebut mendaoat respon dari Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang, Rokhmad, ia menyampaikan bahwa sejatinya Pemkot Malang segera menindaklanjuti, mengingat hiburan malam memang belum diberikan izin operasional.

“Kalau itu terjadi maka pemerintah harus tegas dan menindak. Namanya diskotik kan belum diizinkan. Kalaupun boleh, dalam Perwal itu hanya sampai pukul 21.00. Ini belum diizinkam, kalau ada aturan kok dilanggar ya tentu harus ditindak tegas,” ujarnya, Jumat (18/9/2020).

Lebih jauh Rokhmad menyampaikan informasi tersebut akan segera ditindaklanjuti di ranah Komisi D DPRD Kota Malang. Besar kemungkinan, pihaknya juga akan melakukan sidak (inspeksi mendadak) kepada pengusaha yang bersangkutan untuk ikut membantu penertiban demi kenyamanan bersama.

“Kami bersama dengan komisi D juga akan segera melihat ke lokasi bersama tim,” pungkasnya.

Untuk diketahui, warga sekitar mengirimkan surat terbuka yang ditujukan kepada Pemkot Malang. Adapun, beberapa hal yang dikeluhkan warga di antaranya, tempat yang bersangkutan memunculkan dentuman suara yang sangat mengganggu karena terdengar dari jarak lebih dari 100 meter.

Kemudian, mengganggu ketenangan warga pada tengah malam karena jam operasi sampai menjelang pagi atau di atas jam 03.00 dengan dentuman musik yang masih terdengar bahkan hingga menjelang subuh.

Selanjutnya, di area tersebut dinilai sering terjadi keributan antar sesama pengunjung. Parkir kendaraan roda empat berada di poros jalan raya Sukarno Hatta dan mengganggu pengguna jalan lain.

Pihak warga meminta kepada pemerintah daerah untuk menertibkan sekaligus menverifikasi ulang legalitas dan syarat perizinan tempat hiburan malam tersebut. Mulai izin lingkungan sampe kelengkapan izin yang lain termasuk masa berlakunya. (sar/mid)

Rakor Melalui Vidcon Dalam Penegakan Hukum Di Pilkada Serentak Tahun 2020

0

BARITO UTARA -Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara telah melangsungkan rapat Koordinasi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di wilayah daerah, untuk menekan penyebaran Covid-19. Rakor dilaksanakan secara Virtual, melalui Vidcon bertempat di Rumah Jabatan Bupati Barito Utara,Jumaat(18/9/20).

Rakor dilaksanakan dengan dasar untuk menyelenggarakan Pilkada Serentak tahun 2020,atas intruksi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Kepada Pemkab Barito Utara dalam penegakan hukum Protokol Kesehatan.

Didampingi Menkopolhukam, Mahfud MD.Mendagri Drs.H.M.Tito Karnavian, mengatakan bahwa protokol kesehatan yang akan dijadikan salah satu regulasi,pada pilkada tahun ini yaitu menjadi salah satu kewajiban moral, yang harus selalu kita ingatkan kepada masyarakat.

Tito berharap, Pilkada yang akan dilaksanakan tahun ini berlangsung aman, Damai dan semua sehat, bukan hanya pilkadanya saja yang sukses, akan tetapi cluster Covid-19 dapat dikendalikan.

Mendagri menyampaikan, kampanye pilkada harus semakin kreatif, agar visi dan misi calon tetap tersampaikan ke masyarakat dan peraturan protokol kesehatan pun dapat dipatuhi oleh warga, sehingga pencegahan penularan Pandemi COVID-19 bisa teratasi dengan baik.

Rakor secara virtual melalui vidcon ini, dihadiri Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs.H.Masdulhaq,M.AP, didampingi ketua KPU, Malik Muliawan,SH, ketua Bawaslu, H.Alamsyah,SH, Kepala Dinas Kesehatan, Siswandoyo, Kasatpol pp Drs.Aprin Siaga dan Kabag Kesbangpol.  (SS).

Anak Santri Jadi Korban Kekerasan Hingga Alami Trauma

0

BANYUWANGI — Kekerasan terhadap santri yang di lakukan oleh oknum Ustad terjadi di pesantren Baitussalam.

Ketika awak media mendatangi pesantren dan bertemu dengan pelaku yang sering disapa safi i, mengakui semua yang telah dilakukan terhadap santrinya.
Dia mengakui bahwasanya memang memukul dengan palang gorden slambu dan mencubit hingga membekas.

Dengan kejadian rersebut membuat korbannya tidak berani masuk ke pesantren lagi untuk belajar di pesantren, ada trauma yang telah di lakukan oknum ustad tersebut, tegas walisantri yang tidak mau disebut namanya.

Bahwa anaknya mendapatkan kekerasan terhadap ustad yang mengajar di pondok pesantren Baitussalam, hingga luka memar dan membekas di kulit dan tidak disitu juga santri santri ada juga yang di usel usel saat tidur bahkan ada juga yang di tarik kemaluan nya, imbuh wali santri

Kekerasan yang di lakukan oleh oknum ustad yang mengajar di Yayasan Baitussalam Toya Mas yang berada didesa Wringinrejo Kecamatan Gambiran, tersebut menjadi perbincangan masyarakat.

Wali santri meminta supaya permasalahan ini cepat diselesaikan ke ranah hukum, apabila pelaku tidak di keluarkan dari pondok pesantren( Aris).

Ya Allah Cabut Saja Nyawa Mereka

Publik tengah dibuat heboh oleh dua orang oknum guru yang videonya begitu viral di media sosial Tik Tok.
Kedua oknum guru tersebut dinilai tidak sopan dan tidak pantas lantaran mendoakan buruk siswa yang mengeluh tentang sistem pembelajaran online.

Padahal sosok seorang guru seharusnya menjadi sosok yang dapat dipercaya dan diikuti dalam hal tutur kata dan perilaku, sebagaimana istilah menyatakan guru (akronim jawa : digugu lan ditiru). Bukan hanya mendidik pelajaran guru juga mendidik moral, etika, integritas, dan karakter muridnya.
Berbeda halnya dengan perilaku guru ini, pada sabtu 12/09/2020 telah beredar video di instagram yang diunggah oleh salah satu pengguna Tik tok dengan akun @teteywulandari, dimana terlihat dua wanita berseragam coklat berkerudung itu sedang asyik membuat rekaman aksi tersebut di ruang guru sekolah yang sepi lengkap dengan sejumlah kursi dan meja di belakangnya .
Dalam video tersebut terdapat narasi yg disana tertulis doa yang dinilai sangat tidak pantas untuk di ucapkan yaitu

“Ketika para siswa mengeluh belajar online.
ya allah cabut saja nyawa mereka”

sontak dalam video yang berdurasi 13 detik itu mendapat hujatan dan kecaman nitizen khususnya pengguna aplikasi tiktok.banyak orang merasa geram dengan hal tersebut, dimana para orang tua mempercayakan pendidikan pada guru tapi justru sikap gurunya seperti itu. Seketika video tersebut menjadi perbincangan publik dan viral.
Pada kamis (17/8) kedua orang tersebut klarifikasi permintaan maaf dan penyesalan atas video yang dibuatnya pada tanggal 7 September 2020 itu. Meski demikian video ya sudah menyebar melalui @srikandishana masih dibanjiri komentar kekecewaan dari warganet.

Di era ini kita harus bijak dan berhati hati untuk mempublikasikan apapun di media sosial akan berakibat fatal jika kita tidak pandai untuk menggunakan nya.(AM_KDR)

Kodim 0311 target lepas keterisolasian Kampung Dilan, Pessel

0

SUMATERA BARAT — Kodim 0311/Pesisir Selatan, Sumatera Barat menargetkan melepas keterisolasian Kampung Dilan yang berada di dua nagari di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Pesisir Selatan (Pessel) melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 109.

“Di Kampung Dilan terdapat lebih kurang 60 rumah penduduk, lokasinya berada diantara Nagari Pancung Taba dan Muara Air. Sesuai rencana di sana akan dibuka akses jalan sepanjang lebih dari tujuh kilometer,” jelas Dandim 0311/Pesisir Selatan, Letkol Inf Gamma Arthadillah Sakti disela gelaran jamuan kopi pagi dengan sejumlah wartawan di Painan, Jumat.

Ia menambahkan, rata-rata penduduk di Kampung Dilan berprofesi sebagai petani, dengan adanya pembangunan jalan pihaknya berharap akses masyarakat di sana semakin lancar, terutama pada saat mereka menjual hasil sawah dan ladang.

“Jika kondisi jalan baik tentu waktu dan biaya yang dikeluarkan lebih sedikit, dan kami meyakini hal ini akan sejalan dengan peningkatan perekonomian mereka,” ungkapnya.

Selain melepas keterisolasian Kampung Dilan, pada TMMD ke 109 pihaknya juga menggelar berbagai kegiatan lainnya seperti memperkuat wawasan kebangsaan masyarakat, pengecekan kesehatan gratis dan lainnya.

Dalam menyukseskan program pihaknya akan menggandeng beberapa instansi seperti Polri dan organisasi perangkat daerah terkait di Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.

Sesuai rencana TMMD akan dibuka oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni pada 22 September 2020, dihadiri jajaran TNI AD dan undangan.

Hanya saja, lanjutnya berkemungkinan besar pembukaan kegiatan dilangsungkan didalam ruangan, dan hal tersebut berbeda dengan sebelumnya yang dibuka di luar ruangan.

Hal itu menyikapi semakin mewabahnya COVID-19, serta mencegah munculnya klaster penyebaran baru virus tersebut.

Dalam gelaran jamuan kopi pagi dengan sejumlah wartawan pihaknya berharap awak media menyukseskan program TMMD melalui pemberitaan-pemberitaan, sehingga kemanunggalan TNI bersama rakyat tidak hanya dirasa oleh masyarakat Kampung Dilan namun juga masyarakat umum. (*/jen)

Marketplace Bantu Pelaku UMKM di Yosowilangun Lor

YOSOWILANGUN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Politeknik Negeri Jember berhasil membuat marketplace desa untuk membantu pelaku UMKM di Yosowilangun Lor. Marketplace Desa tersebut dilaunching bersamaan dengan launching Automatic Handwash Machine hasil karya mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang di Balai Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yosowilangun, Kamis (17/09/2020).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Yoga Pratomo menyampaikan bahwa era revolusi industri 4.0 menuntut masyarakat lebih kreatif dan inovatif. Menurutnya digitalisasi produk UMKM melalui marketplace dan pembuatan automatic handwash machine menjadi inovasi yang patut dikembangkan.

“Ini terobosan bagus, harus dilanjutkan tinggalannya adik-adik ini karena era digital 4.0 lambat laun orang akan tergantung pada gadget,” ujarnya.

Kadis Kominfo tersebut menilai marketplace buatan para mahasiswa tersebut turut membantu para pelaku UMKM yang saat ini sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Selain itu, ia berharap agar Pemerintah Desa Yosowilangun Lor dan masyarakat melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dapat memanfaatkan website desa yang disediakan Dinas Kominfo untuk lebih mengenalkan potensi yang dimiliki oleh Desa Yosowilangun Lor.

“Silahkan bapak ibu isi apapun kegiatan desa dan potensi desa di website yang kita sediakan untuk desa, manfaatkan media yang dimiliki termasuk marketplace dan automatic handwash machine apalagi Yosowilangun Lor ini desa robot yang perlu dikenalkan kepada masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Camat Yosowilangun, Indriono Krishna Murti berharap agar warga Desa Yosowilangun Lor mampu mengembangkan hasil KKN. “Saya harapkan warga desa Yosowilangun Lor dapat mengembangkan apa yang telah dibuat oleh adik-adik KKN, ini sangat bisa berarti kalau kita bisa mengembangkan baik itu marketplacenya maupun alat cuci tangan otomatis sehingga bisa lebih memiliki nilai jual,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa, Saiful Imam mengapresiasi hasil KKN Mahasiswa Politeknik Negeri Jember dan Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang. Ia berharap hasil KKN dapat diaplikasikan dan dimanfaatkan oleh warga Desa Yosowilangun Lor.

Ia memaparkan bahwa saat ini UMKM yang turut memanfaatkan marketplace hasil KKN sekitar 30 pelaku UMKM. “Semoga karya yang telah dibuat mendapat dukungan semua pihak agar lebih efektif dan dimanfaatkan banyak orang demi kesejahteraan masyarakat,” harap Kades. (har)

Hidupkan Kembali Permainan Gasing Kayu

LUMAJANG — Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lumajang, Paimin, perhatikan permainan gasing kayu yang mulai ditinggalkan.

Dikatakan Paimin, saat ini tidak banyak generasi muda yang mengetahui serunya permainan tradisional tersebut.

Dirinya berkeinginan untuk membangkitkan kembali olahraga tradisional permainan kayu gasing

“Kami mencoba untuk membangkitkan olahraga tradisional,” ujar Paimin saat dikonfirmasi di Kantornya beberapa waktu yang lalu.

“Kami juga melibatkan masyarakat yang memiliki keterampilan mengolah kayu untuk membuat gasing,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa olahraga tradisional gasing nantinya juga akan dilombakan di tingkat provinsi.

Saat ini Paimin sedang mencari bibit atlet untuk cabang olahraga tersebut dengan mengenalkan kembali gasing kayu pada generasi muda.

Lebih lanjut dirinya berharap agar Gasing Kayu disukai anak anak muda sekaligus dapat meningkatkan perekonomian para pengerajinnya.

Pihaknya mengaku akan melibatkan dan memperkenalkan para pengerajin kayu yang berkompeten membuat gasing kayu.

Paimin menambahkan, sementara ini pengerajin hanya berasal dari Desa Selok Besuki dan Desa Bondoyudo, kecamatan Sukodono. Nantinya, diharapkan muncul pengerajin dari daerah lain yang juga mampu membuat Gasing Kayu. (red)

Fasilitasi 26 Pasutri Non Muslim Dapatkan Akta Perkawinan

0

MATARAM — Sebanyak 26 pasangan suami-istri yang beragama Hindu dan Budha, mendapatkan fasilitas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, untuk memiliki akta perkawinan agar tercatat secara hukum negara.

Hal itu diketahui setelah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupatent Lombok Utara dengan Pengadilan Negeri Mataram, di Kabupaten Lombok Utara, Kamis.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Lombok Utara, Fahri, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan fasilitasi pendanaan dan pengumpulan dokumen untuk kepentingan dokumen.

“Kami memfasilitasi dari segi pendanaan dan mengumpulkan dokumen agar mereka bisa mendapatkan akta perkawinan dari Pengadilan Negeri Mataram,” kata Fahri, Kamis (17/09/2020).

Pengadilan Negeri Mataram, turun ke lapangan melayani warga yang terlambat mengurus dokumen perkawinannya atau mengubah dokumen namanya atau tanggal lahirnya.

Fahri mengungkapkan, sebanyak 26 pasangan suami-isteri belum memiliki akta perkawinan disebabkan ketidaktahuan tata cara mengurus dokumen.

“Mereka tidak tahu tata cara mengurus dokumrn, sehingga mereka belum tercatat secara hukum negara, meskipun usia perkawinannya sudah lama,” imbuh Fahri.

Namun demikian pihaknya tidak membatasi usia pasangan suami-isteri yang ingin mendapatkan akta perkawinan dari Pengadilan Negeri Mataram.

Fahri menambahkan akta perkawinan tersebut sangat diperlukan sebagai syarat bagi pasangan suami-isteri untuk bisa mendapatkan dokumen akta kelahiran dari pemerintah.

“Dokumen akta perkawinan erat kaitannya dengan syarat mengurus akta kelahiran anak, supaya nanti bisa diubah yang awalnya anak ibu menjadi anak ayah-ibu. Kalau hanya anak ibu, maka hak perdata dari ayah tidak diakui oleh pengadilan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fahri menegaskan bahwa program pencatatan akta perkawinan bagi umat non-muslim yang dilakukan bersama dengan Pengadilan Negeri Mataram, akan terus dilakukan setiap tahun.

Sebab, masih banyak pasangan suami-isteri di Kabupaten Lombok Utara yang belum memiliki dokumen tersebut. Begitu juga dengan akta pernikahan bagi pasangan suami-isteri dari kalangan muslim.

“Rencana tahun ini sebanyak 125 pasangan suami-isteri yang akan kami fasilitasi. Khusus untuk pencatatan akta pernikahan, rencananya digelar bersama Pengadilan Agama di Kecamatan Bayan,” katanya. (tim)

Pemdes Cindogo Gelar Musdes (RKP Desa)Tahun 2021

BONDOWOSO – Menindaklanjuti Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa Cindogo, Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso mengadakan kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) tahun 2021, Rabu (16/9/2020).

Agenda musyawarah ini fokus pencermatan Dokumen RPJMDesa, adanya Tim Penyusun RKP Desa sekaligus pembahasan prioritas rencana kegiatan pembangunan untuk tahun 2021.

Camat Tapen M Sadiq, menyampaikan harapannya agar perencanaan kegiatan pembangunan desa Cindogo bisa maksimal dan sejalan dengan rencana kerja kabupaten.

“Kegiatan ini dilaksanakan agar ditemukan titik temu prioritas usulan desa dan juga sinkronisasi perencanaan pembangunan desa dengan pemerintah kabupaten,” terang Camat.

Pemerintah Desa wajib menyusun RKP-Desa sebagai penjabaran RPJM-Desa. RKP-Desa disusun oleh Pemerintah Desa sesuai informasi dari pemerintah daerah kabupaten/kota berkaitan dengan pagu rencana pusat, provinsi dan pemerintah kabupaten.

Disamping Musdes Pemdes Cindogo juga membagikan tiga ribu masker untuk warganya, ini semata mata bentuk kepedulian Pemdes Cindogo kepada warga untuk memerangi dan upaya memutus mata rantai wabah wirus covid 19 dan semoga wabah ini cepat berakhir. “Tegas M Sadiq.

Kepala Desa Cindogo Faruq Amrullah menjabarkan bahwa kegiatan yang di mulai bulan ini sebelumnya telah dibentuk Tim Penyusun RKP Desa.

“Tim sudah berjalan, mulai pencermatan pagu dana dan penyelarasan program/kegiatan yang masuk ke desa, pencermatan ulang dokumen RPJM Desa,
penyusunan rancangan dan daftar usulan RKP Desa,” terang Kades.

Faruq Amrullah Kades Cindogo, berharap agar RKP 2021 benar-benar menjadi prioritas warga desa yang bisa membawa manfaat bagi semua.

“Sesuai dengan Permendagri dan Permendes, target kita penyusunan RKP-Desa harus tuntas,” terangnya.

Selanjutnya hasil kesepakatan musyawarah desa RKPDesa dituangkan dalam berita acara. Kepala Desa mengarahkan Tim penyusun RKP-Desa melakukan perbaikan dokumen rancangan RKP-Desa berdasarkan hasil kesepakatan musyawarah.

rancangan RKP-Desa menjadi lampiran Rancangan Peraturan Desa tentang RKP Desa, Kepala Desa menyusun rancangan Perdes RKP Desa yang akan dibahas dan disepakati bersama oleh kepala Desa dan BPD untuk ditetapkan menjadi Peraturan Desa RKP Desa.

Dalam pantauan media gempurnews, kegiatan yang dilakukan bersama BPD, Tim Penyusunan dan seluruh unsur masyarakat desa, tokoh agama, pemuda, RT, tokoh perempuan dan tokoh masyarakat lainya tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, muncuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker.( jun).

Penyaluran sembako dalam rangka dampak covid 19

BONDOWOSO – Penyaluran Bantuan sembako untuk mengatasi dapak covidb19,yang di kemas dalam RESES II DPR Propensi Jatim di lakukan di depan moshala PP Sunan kali jogo,Rt 2 Rw 1 dusun karang pande desa Grujugan lor,Kecamatan jambesari darus sholah Kabupaten Bondowoso.

Penyaluran bantuan sembako dihadiri oleh politisi Gerindra Jawa Timur HADINUDDIN Spd,I mendapingi bapak H. Setyo Budi Spd,MH, untuk memberikan bantuan sembako,bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat Rt 2 Rw 1 karena dampak covid 19, dengan harapan bisa meringankan beban ekonomi ” papar politisi Gerindra yang akrab di sapa Pak Budi.

Di samping itu Hadinuddin berterima kasih atas dukungannya menjadi DPR JATIM dan mengajak masyarakat agar selalu menjaga kesehatan terutama mengikuti protokol kesehatan supaya tidak terpapar covid 19, dengan cara pychical dystecin,mencuci tangan dan memakai masker “papar Hadinuddin”.

Sebanyak 50 Keluarga Penerima bantuan sembako tersebut merasa berterima kasih, karena bisa membantu ekonomi yang selama ini sangat sulit untuk berusaha sebagai buruh tani,di karenakan hasil produksi pertanian harganya sangat murah,Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari H budi bisa menyambung hidup” papar penerima yang tidak mau di sebutkan namanya

Acara penyerahan Bantuan sembako berjalan dengan aman dan lancar sesuai dengan protokol kesehatan ( ARI)